Sejarah Credit Union

Definisi

CREDIT UNION diambil dari bahasa latin Credere yang berarti percaya dan Unio yang berarti kumpulan. Credit Union  oleh CU Sawiran diartikan sebagai kumpulan orang-orang yang saling percaya dan bisa dipercaya untuk berpartisipasi dalam gerakan dan bisnis melalui empat pilar untuk kesejahteraan bersama.

Sekilas tentang sejarah Credit Union

Ide dan kreativitas gerakan masyarakat selalu dikembangkan oleh para perintis dengan gagasan yang disesuaikan dengan kondisi budaya masing-masing. Hal inilah yang melatarbelakangi Credit Union di Indonesia berkiblat pada Friedrich Wilhelm Raiffeisen. Karena kedekatan penggerak/ anggota credit union yaitu para petani.

Di Abad 18, terjadi revolusi industri di Inggris, banyak negara di Eropa yang memanfaatkan teknologi untuk optimalisasi pabrik. Tidak terkecuali di Negara Jerman, dimana mesin mulai menggantikan tenaga kerja manusia mengakibatkan banyak tenaga kerja yang menganggur. Hal itu diperparah dengan adanya kegagalan panen dan musim dingin yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan kelaparan, kemiskinan dan ketergantungan.

Sebagai seorang walikota Flammersfield-Jerman, yang mempunyai keinginan untuk memberikan solusi kepada masyarakat dimana ide ini menjadi cikal bakal dari credit union. Raffesien berpendapat bahwa ada hubungan antara kemiskinan dan kemandirian. Untuk memerangi kemiskinan sebagai langkah awal adalah melawan ketergantungan. Dari ide dasar tadi maka mendorong Raffesien untuk memformulasikan ide “3S” yaitu :“Self Help”, “Self Governance”,  “Self Responsibility”. Formulasi 3S tersebut untuk menciptakan kemandirian dalam hidup manusia. Apabila seseorang telah mampu hidup mandiri maka dia akan terbebas dari bantuan orang lain, dimanfaatkan orang lain, dan pastinya bebas dari lintah darat.

Melalui CU, anggota yang terlibat memiliki kemampuan untuk bangkit dari kemiskinan ini secara bertahap kemiskinan mulai berkurang dan perlahan-lahan taraf ekonomi kaum buruh dan para petani miskin menjadi berubah dan baik.

Sekilas tentang sejarah Credit Union di Indonesia

Pada tahun 1967, WOCCU (World of Council Credit Union) sebagai Induk Organisasi Credit Union di Indonesia yang diwakili oleh Mr. A.A Bailey dan Agustine R hadir di Indonesia untuk memperkenalkan gagasan dan gerakan Credit Union.  Dari kedatangan WOCCU tersebut menggerakkan seorang Pater kelahiran Jerman bernama Karl Albrecht SJ, untuk memelopori berdirinya Lembaga Swadaya Masyarakat yang disebut CUCO (Credit Union Counselling Office) pada tahun 1970 yang bertujuan memberikan konsultasi, menyediakan bahan dan program pelatihan bagi pengembangan gerakan Credit Union.

Sejarah CU Sawiran

Gagasan mendirikan Koperasi Kredit CUSawiran Jawa Timur berawal dari sebuah pemikiran Romo Willy Malim Batuah, CDD untuk mengembangkan masyarakat wilayah Nongkojajar menjadi lebih baik, karena wilayah dan masyarakatnya memiliki potensi luar biasa serta masih bisa dioptimalkan karena kondisi geografis yang luar biasa. Beliau melihat kebutuhan Indonesia akan tanaman bunga sungguh sangat besar dan daerah Nongkojajar memiliki ketinggian yang sempurna untuk bertanam bunga terutama bunga krisan. Dengan udara yang sejuk dan memiliki kandungan sulfur sebagai pestisida alami dan ketersediaan air yang melimpah, dapat digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman bunga.

Untuk mendukung kebutuhan modal usaha murah dan mudah serta membantu pengelolaan keuangan usaha dan dilatarbelakangi keprihatinan karena melihat banyaknya masyarakat miskin di sekitar Dusun Sawiran Kec. Purwodadi Pasuruan yang dalam kehidupan kesehariannya terjerat oleh praktek lintah darat Pastor Willy Malim Batuah, CDD tergugah dan mencoba mencarikan solusi untuk merubah kondisi ekonomi mereka dengan mendirikan Koperasi Karyawan Rumah Retret, yang didirikan di dusun Sawiran Kelurahan Dawuhansengon Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Meningkatnya taraf hidup para karyawan RR Sawiran inilah yang menggugah mereka untuk mengikut sertakan keluarga, tetangga serta masyarakat sekitar. Karena jumlah yang dilayani semakin banyak, maka Kopkar Sawiran pun dibuka untuk umum, dan tidak hanya melayani karyawan saja.

Rm. Willy Malim Batuah, CDD melihat bahwa gerakan credit union yang sedang berkembang, adalah suatu model yang sangat sesuai bagi kondisi masyarakat, dan juga para anggota Kopkar. Maka pada tahun 2000 diputuskan untuk mengubah nama lembaga menjadi CU Sawiran, yang melayani semua anggota masyarakat secara terbuka, tanpa kecuali. Semua orang bisa menjadi anggota tanpa memandang tingkat ekonomi, pendidikan, agama, suku dan budaya. Hingga saat ini CU Sawiran telah melayani ribuan anggota di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur.